AD-ART KMJ Mesir (Amandemen 2015)

ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
KELUARGA MAHASISWA JAMBI MESIR
(AD/ART-KMJ) TAHUN 2015
========================================================================
Anggaran Dasar
Keluarga Mahasiswa Jambi
(AD-KMJ)

MUQODDIMAH

Bismillahirrahmanirrahim,

Ajaran agung Islam telah menuntun kita agar selalu memuat nilai dan pesan bermusyawarah dalam kehidupan dan menyakini sepenuhnya Akan ajaran Allah SWT dan Rasul-Nya untuk selalu bersama dan sadar akan nilai kesatuan hati dan keinginan untuk saling menolong antar sesama. Maka, Dengan semangat bermusyawarah yang menjiwai seluruh tingkah laku hidup yang menjadikan kita memiliki nilai sangat penting dalam mewujudkan kehidupan bermasyarakat.  Sekaligus menyatukan langkah bersama dalam memperjuangkan ajaran Islam.

Sekecil apapun ukuran sebuah masyarakat, maka masyarakat itu membutuhkan sebuah ikatan yang menyatukan visi dan misi dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan demi kemajuan bersama.

BAB I
NAMA, TEMPAT dan WAKTU

Pasal 1

Organisasi ini dinamakan Keluarga Mahasiswa Jambi,
Dalam bahasa Arabnya جاليـة الطلبـة الجامبيين,
dan dalam bahasa Inggrisnya Jambi Students Community.

Pasal 2

Organisasi ini didirikan di Kairo pada tanggal 23 September 1986 M  bertepatan pada tanggal 19 Muharram 1407 H, dan  organisasi ini berkedudukan di Kairo, Republik Arab Mesir






BAB II
ASAS dan SIFAT

Pasal 3

Organisasi ini berasaskan Islam
Pasal 4

Organisasi ini bersifat akademis, demokratis dan kekeluargaan

BAB III
TUJUAN dan USAHA

Pasal 5

Organisasi ini bertujuan :
  1. Mempererat kekeluargaan dan membina ukhuwah islamiah
  2. Mewujudkan insan akademis agar menjadi generasi intelek, berbudi pekerti yang tinggi      dalam rangka pengabdian kepada agama, bangsa dan negara
  3. Mewujudkan organisasi yang solid dan berorientasi ke depan

Pasal 6
Organisasi ini berusaha :
1.          Mengadakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan kepada peningkatan dan pengembangan Sumber Daya Anggota
2.          Menggelar berbagai kegiatan yang bersifat Rohani, Jasmani dan Fikri
3.          Mengusahakan kesejahteraan anggota
4.          Menciptakan hubungan yang harmonis dan bekerjasama dengan pihak lain baik secara pribadi maupun organisasi

BAB IV
LOGO dan LAMBANG 

Pasal 7

Logo

Logo KMJ Mesir adalah :


Pasal 8

Lambang

1. Lambang Keluarga Mahasiswa Jambi berisikan :
  1. Rumah adat Jambi 
  2. Satu menara 
  3. Puncak menara yang kembar
  4. Sejumlah batu bata 
  5. Setengah lingkaran yang bertuliskan Keluarga Mahasiswa
  6. Tulisan "Jambi-Mesir" yang berada dibawah pondasi
  7. Lingkaran segi lima ( tutwuri handayani )

2. Makna lambang :
  1. Rumah adat Jambi "Kajang Lako" sebagai tempat asal 
  2. 2 Tiang yang berwarna merah putih dan 3 jendela berwarna kuning emas menunjukan tanggal 23 sebagai tanggal didirikannya Keluarga Mahasiswa Jambi. Warna merah putih menunjukkan kewarganegaraan Keluarga Mahasiswa Jambi  sebagai rakyat Indonesia dan warna kuning emas menunjukkan ciri khas melayu Jambi
  3. Menara Al-Azhar yang terletak di tengah dan di belakang rumah adat Jambi “Kajang Lako” sebagai symbol institusi Al-Azhar yang moderat ( wasatiyah ).
  4. Garis setengah lingkaran sebagai simbol keserasian dan keharmonisan
  5. Kubah mesjid yang berwarna hijau melambangkan ketaatan dalam menjalankan syari'at Islam.
  6. Batubata tersusun atas 8 dan 6 berwarna biru menunjukkan tahun didirikannya Keluarga Mahasisawa Jambi sekaligus melambangkan pencerahan.
  7. Batu yang tersusun atas 9 di bawah rumah adat Jambi “ Kajang Lako “ menunjukkan bulan berdirinya Keluarga Mahasiswa Jambi Mesir.
  8. Lingkaran segi lima ( tutwuri handayani ) sebagai tanda bahwa Keluarga Mahasiswa Jambi (KMJ) Mesir dijunjung secara bersama-sama untuk mencapai cita-cita yang tinggi.


BAB V
KEANGGOTAAN

Pasal  9
Keanggotaan organisasi ini terdiri dari :
  1. Anggota tetap
  2. Anggota kehormatan

BAB VI
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 10
Susunan pengurus KMJ terdiri dari :
  1. Dewan Konsultatif atau yang disingkat  DK
Dewan Konsultatif adalah lembaga konsultan tinggi dalam  organisasi KMJ Mesir
  1. Majelis Perwakilan Organisasi atau yang disingkat MPO
Majelis Perwakilan Organisasi adalah lembaga kedaulatan tertinggi dalam organisasi KMJ mesir
  1. Dewan Pengurus atau yang disingkat DP
Dewan Pengurus adalah lembaga eksekutif dalam organisasi KMJ Mesir
  1. Lembaga otonom atau yang disingkat LO
Lembaga Otonom adalah lembaga khusus yang berada dalam lingkungan KMJ Mesir

BAB VII
PERMUSYAWARATAN

Pasal 11
Permusyawaratan terdiri dari :
  1. Musyawarah Besar (MUBES)
  2. Musyawarah Dewan Konsultatif (MDK)
  3. Musyawarah Majelis Perwakilan Organisasi (MMPO)
4.   Musyawarah Dewan Pengurus (MDP)
  1. Musyawarah Lembaga otonom (MLO)
  2. Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)
  3. Musyawarah Gabungan (MG)

BAB VIII
KEUANGAN

Pasal  12
Keuangan di peroleh dari :
  1. Uang Pangkal
  2. Sumbangan dan bantuan yang halal dan tidak mengikat
  3. Usaha-usaha yang halal dan sah

BAB  IX
PERUBAHAN dan PERALIHAN

Pasal 13

Perubahan

  1. Anggaran Dasar ini dapat di revisi dua tahun sekali pada Musyawarah Besar atau musyawarah Luar Biasa
  2. Anggaran Dasar sah apabila disetujui sekurang-kurang 2/3 dari jumlah peserta Musyawarah Besar atau musyawarah Luar Biasa

Peralihan

Pasal 14

1.  Apabila terjadi kegoncangan dalam organisasi ini dan terpaksa dibubarkan. Maka, segala bentuk inventaris dan kekayaan akan dititipkan kepada Dewan konsultatif, untuk diserahkan kembali kepada Dewan Pengurus yang selanjutnya.
2.    Apabila pasal 14 ayat 1 tidak memungkinkan, maka inventaris dan kekayaan akan di titipkan sementara kepada lembaga atau organisasi yang dipercaya.



BAB  X
PEMBUBARAN ORGANISASI

Pasal 15

1.   Pembubaran KMJ hanya dapat di lakukan melalui Referendum yang hasilnya di tetapkan oleh MPO dalam musyawarah Luar Biasa
2.   AD ini di susun oleh tim Ad Hoc AD/ART-KMJ pada tanggal 24 Agustus 2013, dan disahkan dalam MUBES KMJ pada tanggal 29 Agustus 2013
3.   AD ini tidak bisa di ganggu gugat atau diubah setelah ditetapkan dalam Musyawarah Besar (MUBES) atau Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)

Pasal 16

Hal-hal yang belum di atur dalam anggaran dasar ini akan di atur dalam :
1.      Anggaran Rumah Tangga KMJ
2.    Ketetapan-ketetapan MPO-KMJ

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Anggaran Rumah Tangga
Keluarga Mahasiswa Jambi
(ART-KMJ)

BAB I
KEANGGOTAAN

Pasal 1

  1. Anggota tetap adalah pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Indonesia yang mempunyai kriteria sebagai berikut :
a.      Orang asli Jambi yang tinggal di Jambi atau di daerah lain
b.      Orang yang mempunyai pertalian darah dengan orang jambi
c.       Orang yang sedang berdomisili di Jambi
  1. Anggota Kehormatan adalah selain anggota tetap dan masuk sebagai anggota dengan permintaan sendiri dan disetujui oleh Dewan Pengurus, DK dan MPO 
  2. Anggota Kehormatan dapat menjadi anggota tetap atas permintaan sendiri dan tidak mempunyai ikatan kekeluargaan manapun sebelumnya, dan/atau keluar dari anggota tetap di kekeluargaan sebelumnya 

Pasal 2

Penerimaan Anggota

  1. Mengajukan permohonan atau mengisi formulir anggota 
  2. Anggota kehormatan diusulkan oleh Dewan Pengurus setelah dikonfirmasikan kepada Dewan Konsultatif dan disetujui oleh Musyawarah Dewan Pengurus
  3. Dewan Pengurus mempunyai otoritas penuh untuk mengesahkan status keanggotaan

Pasal  3

Hak dan Kewajiban

  1. Anggota  berhak :
a. Mengeluarkan pendapat, pertanyaan atau pernyataan baik lisan maupun tulisan 
b. Membela diri ataupun dibela
c. Anggota Tetap berhak dipilih dan memilih
d. Anggota Kehormatan berhak memilih tanpa dipilih
  1. Anggota berkewajiban :
a. Setiap anggota patuh terhadap seluruh aturan organisasi 
b. Membela, menjunjung tinggi dan menjaga nama baik organisasi
c. Membayar uang iuran pangkal dan iuran bulanan 


BAB II
PEMBERHENTIAN ANGGOTA

Pasal 4

  1. Anggota berhenti karena : 
a.    Meninggal dunia
b.    Mengundurkan diri dengan permohonan tertulis
c.    Meninggalkan Mesir selama-lamanya
d.    Dianggap merugikan dan/atau mencemarkan nama baik Keluarga Mahasiswa Jambi dan   hal ini diputuskan secara formal dan tertulis melalui Musyawarah Luar Biasa


BAB III
STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 5
Dewan Konsultatif

      1.   Kriteria Anggota Dewan Konsultatif :
a.      Berakhlak mulia 
b.      Sudah berdomisili di Mesir minimal tiga tahun dan atau berpengalaman dalam berorganisasi
c.       Bersedia untuk aktif menjadi Dewan Konsultatif
d.      Dewan konsultatif terdiri dari 3 orang sampai 5 orang
  1. Dewan Konsultatif adalah anggota senior keluarga mahasiswa jambi dan atau mantan ketua KMJ
  2. masa jabatan Dewan Konsultatif satu tahun dan dapat dipilih kembali
  3. masa kerja Dewan Konsultatif selama satu tahun dan dapat dipilih langsung oleh anggota
  4. Dewan Konsultatif berhak :
a.      Menerima dan menyalurkan pendapat baik secara lisan ataupun tulisan
b.      Mengatur urusannya sendiri
c.       Memantau kondisi dan permasalahan pengurus serta berhak memberikan nasehat kepada anggota
d.      Menerima kritik konstruktif dari anggota yang disalurkan melalui Dewan Pengurus
  1. Dewan Konsultatif tidak berhak membuat keputusan atau ketetapan atas nama Dewan Konsultatif kecuali melalui Musyawarah Dewan Konsultatif
  2. Dewan Konsultatif bertugas dan berfungsi sebagai pemberi nasehat dan memberikan pertimbangan  kepada Dewan Pengurus baik diminta maupun tidak
  3. Tata cara pemilihan Dewan Konsultatif di atur oleh ketetapan sendiri

Pasal  6
Majelis Perwakilan Organisasi

1.      Kretaria Anggota MPO :
a.       Berbudi pekerti yang baik
b.      Memiliki kemampuan berorganisasi
c.       Tercatat sebagai anggota PPMI Mesir
d.      Sekurang-kurangnya telah tinggal di Mesir selama dua tahun
e.       Setia dan patuh terhadap segala ketentuan yang berlaku di KMJ Mesir

2.   MPO berwenang:
a.      Menetapkan AD/ART-KMJ Mesir
b.      Mengesahkan atau menolak RAPBO dalam Musyawarah Gabungan (rekomendasi dari Tim AD-HOC)
c.       Menetapkan Rekomendasi-rekomendasi dalam Musyawarah Besar
d.     Menerima atau menolak laporan pertanggungjawaban DP 
e.      Menolak atau menerima dan mengesahkan kelembagaan di lingkungan KMJ Mesir

  1. MPO berhak :
a.      Menyalurkan Aspirasi kepada Dewan Konsultatif dan Dewan Pengurus.
b.      Berhak mengadakan Musyawarah gabungan dan Musyawarah Besar
c.       Menurunkan ketua melalui Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)
            d.   Memilih anggota MPO baru apabila dibutuhkan

  1. Majelis Perwakilan Organisai berkewajiban :
a.       Mentaati dan melaksanakan AD/ART
b.      Mengawasi dan menontrol AD/ART DP-KMJ
c.       membela dan memperjuangkan aspirasi anggota dalam sidang MPA-PPMI
d.      Merumuskan dan menyiapkan rancangan ketetapan serta keputusan yang akan disahkan dalam sidang MPA-PPMI
e.       Menyampaikan hasil-hasil sidang MPA-PPMI kepada Dewan Pengurus
f.       Mewakili organisasi dalam berbagai pertemuan MPA-PPMI
g.      Majelis Perwakilan Organisasi dipilih dalam Musyawarah Besar
h.      Majelis Perwakilan Organisasi berkewajiban untuk menyampaikan Progress Report Di Musyawarah Besar 
5. Majelis Perwakilan Organisasi berhak dan berkewajiban yang sama dengan anggota

 Pasal 7
Dewan Pengurus

1. Ketentuan Umum.
a.      Ketua Dewan Pengurus dipilih dan ditetapkan oleh MUBES dan tidak dapat dipilih kembali
b.  Dewan Pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Departemen- Departemen
c.   Dewan Pengurus di evaluasi oleh Majelis Perwakilan Organisasi minimal 2 kali dalam setahun
d.      Pengurus dibentuk oleh ketua terpilih
e.      Dewan Pengurus dilantik oleh Majelis Perwakilan Organisasi
2.   Kretaria Dewan Pengurus :
a.       Berahklak mulia
b.       Memiliki kemampuan berorganisasi
c.       Tercatat sebagai anggota KMJ Mesir
d.   Sekurang-kurangnya telah tinggal di Mesir minimal 1 untuk ketua dan 3 bulan untuk Dewan Pengurus
e.       Setia dan patuh terhadap AD/ART KMJ Mesir
f.       Sanggup menjalankan semua ketetapan yang dikeluarkan Dewan Pengurus.

3.  Wewenang Dewan Pengurus
a.      membuat peraturan-peraturan KMJ selama tidak bertentangan dengan AD/ART
b.      Membuat kebijakan-kebijakan intenal yang dianggap perlu dlam melaksankan AD/ART.
c.       Mengadakan acara, kegiatan, aksi diluar atau didalam lingkungan KMJ dengan mengatasnamkan KMJ mesir selma tidak bertentangan dengan konstituti yang berlaku.
d.      Membuat standar administrasi dilingkungan KMJ mesir.
e.      Membuat kebijakan dan membentuk kepanitian untuk melaksakan program Dewan Pengurus.
4.   Hak Dewan Pengurus
a.      Mewakili KMJ mesir kedalam atau keluar lingkungan KMj mesir
b.      Memberi usul ,kritik, pendapat, dan masukan kepada DK. MPO. Lembaga Otonom
c.       Memberikan penghargaan kepada pihak yang berjasa
d.      Melakukan koordinasi atau kerjasama dengan organisasi lain
5.   Kewajiban Dewan Pengurus
a.      Mentaati AD/ART KMJ Mesir
b.      Menjalankan setiap keputusan dan ketetapan yang ditetapkan oleh MUBES, MUSLUB, MMPO
c.       Menjawab dan menanggapi ketugran, kritik dan saran yg disampoikan oleh MPO dan DK
d.      Menjaga Mempertahankan dan membela nama baik KMJ Mesir
  1. Tugas Dewan Pengurus

Ketua
a.      Pemegang kekuasaan tertinggi dalam ke-pengurusan
b.      Pemegang kebijakan umum organisasi
c.       Pemegang kebijakan umum keuangan
d.      Masa jabatan ketua hanya 1 masa periode kepengurusan 
e.      Mengkoordinir dan mengawasi kegiatan harian per-Departemen
f.        Meminta penjelasan pertanggung jawaban dari kepala Departemen
g.      Meminta penjelasan pada pimpinan umum Lembaga otonom
h.      Bertanggung jawab kepada roda kepengurusan sampai pada masa akhir  kepengurusan
i.        Membentuk Departemen dan Komisariat sesuai dengan kebutuhan
j.        Memelihara hubungan harmonis dengan anggota dan organisasi lain

Sekretaris
a.       Pemegang kebijakan umum kesekretariatan
b.      Menulis dan mempublikasikan program kerja bulanan dan tahunan
c.       Bertanggung jawab dan menjaga inventaris KMJ-Mesir
d.      Bertanggung jawab dalam pemeliharaan komputer
e.       Mendokumentasikan administrasi pada akhir masa kepengurusan
f.       Membuat bagan struktur organisasi
g.      Menfasilitasi semua kegiatan rapat organisasi
h.      Kolektor dan distributor seluruh informasi organisasi

Bendahara
a.      Pemegang kebijakan keuangan
b.      Menarik uang iuran pangkal bagi anggota baru 
c.       Mengembangkan sumber dana tetap dan tambahan
d.      Merancang dan menyediakan anggaran umum organisasi
e.      Sebagai penanggung jawab semua harta organisasi

 Pasal  8
Lembaga Otonom

A.      Ketentuan Umum
  1. Lembaga Otonom adalah lembaga yang Independen
  2. Lembaga Otonom (LO) adalah badan khusus yang berada dibawah naungan KMJ dan memiliki kewenangan khusus dalam menentukan segala kegiatannya
  3. Lembaga Otonom adalah badan yang netral dan mandiri dalam masalah pendanaan
  4. Lembaga Otonom berfungsi sebagai wadah kegiatan khusus dalam rangka membantu melaksanakan dan mewujudkan asas dan tujuan KMJ
  5. Lembaga Otonom  minimal terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara
  6. Peraturan lain yang menyangkut tentang LO akan diatur lebih lanjut oleh Musyawarah Lembaga Otonom (MLO)

B.      Hak dan Kewajiban
1.   LO berhak : 
g.      Menyusun petunjuk pelaksana masing-masing selama tidak bertentangan dengan AD/ART KMJ
h.      Merumus program kerja masing-masing
i.        Melakukan koordinasi dengan pihak manapun yang dianggap perlu
j.        Mewakili KMJ dalam ruang lingkup kegiatan masing-masing
e.    Berhak untuk mengajukan bantuan kepada Dewan Pengurus atau lembaga lain
2.   LO berkewajiban :
a.   Mentaati AD/ART dan segala bentuk ketentuan yang berlaku di lingkungan KMJ.
b.   Memberikan susunan kepengurusan, program kerja dan rencana kegiatan di awal
             kepengurusan kepada DP dan MPO dalam rapat kerja organisasi
c.   Melaporkan hasil kegiatan kepengurusan dalam kepada ketua KMJ dan akan disampaikan dalam musyawarah besar MPO-KMJ 
d.    Mengajukan atau mengusul Lembaga Otonom kepada MPO di awal pembentukan.
              e.  Mentaati AD/ART dan segala bentuk ketentuan yang berlaku di lingkungan KMJ
              f.    Memberitahukan susunan kepengurusan kepada MPO dan Dewan Pengurus
       g     Melaporkan hasil kegiatan secara berkala dan dihadiri oleh DP dan MPO

  
BAB IV
ATURAN MASA JABATAN

 Pasal 9

1.         Anggota Dewan Konsultatif yang tidak dapat melaksanakan tugasnya dapat mengajukan pengunduran diri, dan jika hal ini terjadi maka jabatan selanjutnya akan di isi oleh calon anggota Dewan Konsultatif yang belum terpilih.
2.            Anggota Majelis Perwakilan Organisasi dapat mengajukan pengunduran diri.
3.            Dewan Pengurus yang tidak dapat menjalankan tugasnya dapat digantikan oleh jabatan di bawahnya.
4.            LO yang tidak dapat menjalankan tugasnya dapat digantikan oleh jabatan di bawahnya.


BAB V
PERMUSYAWARATAN

Pasal  10
Musyawarah Besar ( MUBES)

  1. MUBES adalah musyawarah tertinggi organisasi yang diselenggarakan oleh MPO satu kali dalam setahun
  2. MUBES dihadiri oleh anggota KMJ dan disahkan oleh sekurang-kurangnya oleh 2/3 dari jumlah anggota KMJ
  3. MUBES berwenang :
a. Menerima/menetapkan laporan pertanggung jawaban Dewan Pengurus
b. Menetapkan dan memberikan rekomendasi kepada Dewan Pengurus
c. Menetapkan dan menurunkan ketua KMJ
c. Menetapkan dan mengesahkan Majelis Perwakilan Organisasi
d. Mengesahkan dan menurunkan ketua
d. Menetapkan dan mengesahkan Dewan Konsultatif 
e. Membahas AD/ART KMJ dan menetapkan AD/ART

Pasal 11
Musyawarah Majelis Perwakilan Organisasi (MMPO)

  1. MPO mengadakan musyawarah MPO untuk membuat keputusan-keputusan dan ketetapan-ketetapan MPO
  2. Musyawarah MPO dilaksanakan untuk menetapkan badan pekerja. 

 Pasal 12
Musyawarah Dewan Pengurus (MDP)

1.  MDP adalah musyawarah yang di ikuti oleh unsur kepengurusan untuk menetapkan kebijakan  DP dalam melaksanakan AD/ART
2. MDP berfungsi sebagai perumus dan merancang program kerja, MDP terdiri dari rapat pengurus, rapat kerja, dan rapat koordinasi antar Departemen
3.  MDP diadakan minimal dua kali dalam satu periode kepengurusan, prosedur dan tata tertib musyawarah di atur sendiri oleh MDP


Pasal 13
Musyawarah Dewan Konsultatif (MDK)

1.  MDK diadakan minimal diadakan satu kali dalam satu tahun
2.  MDK dihadiri oleh anggota DK dan Ketua KMJ
3.  MDK dapat diadakan dalam rangka mengolah aspirasi dan masalah anggota yang berkenaan dengan organisasi serta mencari solusi terhadap berbagai hal yang tidak dapat ditangani oleh DP dan LO

Pasal 14
Musyawarah Lembaga Otonom (MLO)

1.      MLO adalah musyawarah yang bersifat independen dan di atur sendiri oleh LO sesuai dengan kebutuhannya
2.      MLO berfungsi menentukan petunjuk dan pelaksanaan program kerja dalam setahun
3.      MLO Mengevaluasi program kerja sebelumnya dan menetapkan program kerja selanjutnya
4.      MLO dapat melaporkan pertanggungjawaban dan pemilihan ketua

pasal 15
Musyawarah Gabungan (MG)

1.      MG adalah musyawarah yang dilaksanakan bersama oleh DP, DK, LO dan MPO
2.      MG Tidak bisa mengamandemen ketetapan MUBES
3.      MG di adakan bila mana perlu

 Pasal 16
Musyawarah Luar Biasa (MUSLUB)

1.      MUSLUB adalah musyawarah yang diadakan sewaktu waktu bila mana perlu
2.      MUSLUB tidak bisa mengubah AD/ART yang telah ditetapkan dalam MUBES
3.      MUSLUB dapat menurunkan dan mengangkat ketua baru KMJ
4.      MUSLUB dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota
5.  MUSLUB diadakan dalam rangka mencari solusi yang timbul dan tidak dapat dipecahkan dalam Musyawarah Gabungan (MG)
6.      MUSLUB diselenggarakan oleh DP, DK, LO dan MPO

BAB VI
SAHNYA MUSYAWARAH 

Pasal 17

1.   Musyawarah Luar Biasa dapat dimulai apabila dihadiri oleh 2/3 dari jumlah anggota. dan apabila Quorum tidak terpenuhi maka musyawarah ditangguhkan dalam tempo waktu maksimal 2 x 24 jam, dan selanjutnya dianggap sah tanpa memperhatikan Quorum


BAB VII
KEUANGAN DAN KESEJAHTERAAN

Pasal 18
Keuangan 

1.      Uang iuran pangkal yang berkeluarga hanya dibebankan pada satu orang saja 
2.      Kelancaran uang pangkal adalah tanggung  jawab Bendahara
3.      Dana kegiatan KMJ dimanfaatkan sepenuhnya untuk seluruh kegiatan KMJ
4.      Segala bentuk penggunaan keuangan harus dalam bentuk tanda bukti

Pasal 19
Kesejahteraan

1.      Kesejahteraan sangat diutamakan bagi anggota yang betul-betul membutuhkan yang diatur dan dimusyawarahkan oleh DP dan DK
2.      Pemilihan anggota TEMUS diserahkan sepenuhnya kepada UU Temus KMJ yang disusun oleh MPO lewat MUSLUB

BAB VIII
RUMAH JAMBI ( Darul Hasan )

Pasal 20
Ketentuan

Semua ketentuan dan kebijakan diatur dalam pedoman pengelolalaan Darul Hasan (PPDH)

BAB IX
KETENTUAN PERUBAHAN

Pasal 21
Perubahan Anggaran Rumah Tangga

1.   Anggaran Rumah Tangga ini dapat di revisi dua tahun sekali pada Musyawarah Besar atau musyawarah Luar Biasa

BAB X
PENUTUP

                                                                  Pasal 22
Penutup

1.   ART ini disusun oleh tim Ad Hoc AD/ART KMJ pada tanggal 24 Agustus 2013, dan disahkan dalam MUBES KMJ pada tanggal 11 Agustus 2015
2.   ART ini tidak bisa diganggu gugat atau diubah setelah ditetapkan dalam MUBES ke XXIV


Kairo, 11 Agustus 2015


Ditetapkan di Musyawarah Besar
Keluarga Mahasiswa Jambi (MUBES-KMJ) Ke XXIV
periode 2014-2015

Presidium Sidang
MAJELIS PERWAKILAN ORGANISASI
PERIODE 2014- 2015




Wahyu Mas Saputra                           Mahyarudin                                           Awaludin
ketua                                              Sekjend                                                 Anggota
Share this article :
0 Comments
Tweets
Comments

Posting Komentar

 
Support : Pemprov Jambi | Media VISI |
Copyright © 2013. KMJ Mesir - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Modified © by Ndek Yar Al-Satirisy
Proudly powered by Blogger