Badai Debu, Kondisi Mesir Relatif Aman

Kairo, 15 Februari 2011, badai debu melanda kota Kairo dan sekitarnya. Badai debu ini berlangsung cukup lama, menurut pantauan wartawan kmjmesir.com badai berlangsung semenjak dini hari menjelang subuh hingga sore hari. Badai debu merupakan gejala alam yang menandakan pergantian musim terutama di negara-negara sub tropis seperti Mesir.
Sementara itu kondisi Mesir semakin membaik pasca lengsernya Husni Mubarak dari jabatan presiden. Pertokoan dan jalanan kota kembali ramai, kantor-kantor mulai beraktivitas serta Azhar dijadwalkan akan memulai perkuliahannya pada Sabtu, 19 Februari 2011.
Sejauh ini pemerintahan transisi masih dalam kondisi stabil dan tanpa goncangan. Hal ini dapat dilihat dengan tidak adanya demo maupun aksi terkait pemerintahan transisi yang berkuasa hingga pemilu bulan September.
Menindaklanjuti keadaan Mesir yang terus membaik pemerintah RI telah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan proses evakuasi dan merancang proses pengembalian WNI yang dievakuasi untuk kembali ke Mesir. WNI yang telah dievakuasi diminta untuk melengkapi dokumen perjalanan maupun visa, terhitung satu bulan semenjak ketibaan mereka di Tanah Air.
Sedangkan bagi WNI khususnya mahasiswa yang masih bertahan di Mesir akan diberikan beasiswa khusus sebesar 350 pound Mesir selama 3 bulan berturut-turut. Hal ini tidak lain untuk meringankan biaya hidup maupun kebutuhan sementara mereka hingga keadaan normal kembali.
Info lebih lanjut tentang penanganan WNI dapat diakses di http://indonesiacairo.org/index.php?option=com_content&view=article&id=911%3Asiaran-pers-satgas-penanganan-wni-di-mesir&catid=29%3Aspeechs&Itemid=56. (Mae)
Share this article :
0 Comments
Tweets
Comments

Posting Komentar

 
Support : Pemprov Jambi | Media VISI |
Copyright © 2013. KMJ Mesir - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Modified © by Ndek Yar Al-Satirisy
Proudly powered by Blogger